Seorang wanita untuk kali ini membuat mulut Si Pion terkunci,
tidak ada pernyataan yang pasti kenapa bisa terjadi.
Mungkin ini jawaban dari sang Ilahi atau hanyalah sekedar
ilusi, ataukah mungkin sang Ilahi telah merencanakan semua ini.
Si Pion yang hanya bisa menjalani, Si Pion hanya berharap “sang
pengendali” bertindak sesuai hati Si Pion ini.
Ketika mulut terkunci hanya tindakan lah yang bisa di
jalani, tak ada jawaban kenapa Pion ini tak seperti Pion lain yang dengan mudah
membuka mulut untuk mengatakan kata kata yang bisa meluluhkan hati.
Mungkin dari sebuah coretan coretan yang tak berarti ini
sang wanita bisa mengerti.
Mungkin benar ketika kita melihat kedalam mata hati
disitulah terselip sebuah jawaban yang pasti.
Dari mata turun ke hati, dari hati yang tak mungkin untuk
menunggu lagi.
