Sabtu, 10 Februari 2018

Senja


Sebuah diksi puisi

Interpretasi tak pasti 

Seperti senja

Apa selalu merona 

Hei nona,

Apa kau baik saja?


Doaku padamu


Kalaupun aku tau kau mencintaiku

untuk apalagi aku berpuisi untukmu

Mungkin ini caraku untuk dekat denganmu

Apa doaku memberi jalan terang padamu


Dear


The sun is up, the sky is blue

It's beautiful 

Got a girlfriend like you


Haru rindu


Kau tau bulan dan bintang selalu bertemu

seperti juga harapku

Untuk bisa memegang tanganmu

Pedih rindu terbawa haru

Desir angin tak berlalu


Rasa yang bertanya

Kenapa kau memakai kontak lensa berwarna itu tanyaku

Agar aku bisa seperti dia. Mencoba melihat apa yang dia lihat

Untuk apa lagi?

Hanya untuk memahami kenapa dia tidak melihatku disampingnya

Apa itu penting?

Aku hanya ingin mengerti dan memahami, bukan untuk dikasihani

Ketika memahami tanpa harus berkata, membalikan keadaan, memutar suasana

Lantas apa kau sebut cinta jika kau tak tau ada sesuatu dibaliknya


Hujan


Kau tau sayang

Hujan selalu lahirkan kenangan

Dan rindu yang menggenang

Apakah membuatmu senang

Hanya sunyi muncul terkadang

Sungguh malang

Tanpa kepastian


Rindu alam pada kalian


Kau lari ke alam untuk bercerita

Keluh kesah kota dan seisinya

Tentang penat dan rumitnya 

Lalu kau pulang ke kota

Dengan tenang damainya

Namun kau melupakannya

Hingga tersadar kau butuh

Hidup berdampingan dengannya

Rembulan malam


Hutan kau gelap dan tenang


Di mana tempat

Bagi lelaki yang tak bisa

Membuat wanita nya senang


Di hutan

Berteman dengan kesepian

Sajak pagi


Kau tau wahai bidadari 
Mengapa mentari pagi 
Dan embun pagi 
Selalu membawa ketenangan hati


ShareThis

 
;