Alunan lagu ini mengingatkan lagi kenangan akan perjalanan di bawah atap bumi kawasan taman nasional bromo tengger semeru.
Diatas sebuah bukit, dengan lampu terang yang tak mungkin direngkuh dengan tangan dan ditemani oleh gemerlapnya bintang.
Udara dingin menyelimuti tubuh, dengan berteman sebotol air suci dan api yang kami buat dengan susah payah membuat suasana semakin hangat.
Membiarkan pikiran melayang jauh, senandung angin dan jangkrik membuat suasana malam itu semakin tak bisa dilupakan.
Api unggun pun tak kalah diam, dia menampakkan berbagai wajah wajah indahnya.
Dia menampakan wajahnya seperti seekor rusa kecil yang akan berlari dengan cepat dan melompat lompat kecil. Mungkin inilah wajah imajinasiku.
Seperti inilah yang kadang terlewatkan, karena kita lebih senang melihat sesuatu yang besar dan lebih menarik.
Kadang kita tidak sadar dari hal kecil,
kita bisa tersenyum atau mencerca

