Rabu, 12 Juni 2013

We See And We Fucking Judge!


"Kesan pertama begitu menggoda, setelah itu terserah anda"



Sebuah kata yang seringkali kita dengarkan beberapa tahun belakang, sebuah tag line iklan dari brand kampak yang mungkin mengambil inspirasi tag line nya dari mindset kebanyakan orang. 
Sebuah tindakan yang secara tidak sadar kita lakukan setiap hari, karena kita memandang hanya dengan mata kepala bukan dengan mata hati.

Bagi kebanyakan orang, kesan pertama lebih penting daripada kesan selanjutnya, ya dengan menampilkan sebuah kesan palsu untuk menarik seseorang lebih respect dan menghargai kita. 
Dengan kesan yang baik diawal kita seperti diberi sebuah "award" oleh orang orang, sebuah tindakan yang bisa saja disebut palsu karena kita melakukan sesuatu untuk mengharapkan sebuah "award" bukan karena seharusnya.

Ada peristiwa ketika seorang anak keturunan adam yang sedang mencari pendampingnya kelak, seringkali menampilkan kepalsuan kepalsuan untuk menarik si anak hawa demi mendapatkan sebuah "award" untuknya. 
Walaupun untuk kasus ini sangat sangat relatif, ketika beberapa orang yang melakukannya dengan seharusnya bukan dengan apa yang harus dilakukan. #ifyouknowwhatimean

Yang kedua adalah ketika si anak manusia mencari sebuah pekerjaan yang secara sengaja mengharuskan dia menampilkan suatu kesan yang baik dalam suatu pertemuan yang menentukan nasibnya kelak. 
Dalam kasus ini seringkali si anak manusia ini menampilkan sebaik baiknya dirinya yang mungkin belum tentu seperti wajah dirinya.

Mungkin beberapa orang dari kita pernah melakukan sebagian kecil dari contoh diatas.


 Oh shit! we have become the hypocrite generations!


Ketika mindset orang orang dirubah menjadi 


"Kesan pertama hanya pembuka, setelah itu terserah anda"


Mungkin kita tidak akan langsung menyingkirkan orang orang yang kita anggap tidak menarik. Dan tidak akan ada lagi kepalsuan dari orang orang yang setiap harinya harus memakai topeng untuk menampilkan kesan yang akan membuat naik harga dirinya.

Jika saja setiap saat kita bisa menilai bukan dari sampul dan fisiknya tetapi dari sisi terdalamnya atau pemikirannya tidak akan ada lagi orang yang terbuang dari peradaban nya, sayang tidak banyak orang yang punya sisi ini.

Kehidupan dan pola hidup yang semakin rumit dari jaringan sel manusia ini, menjadikan kita sebuah generasi yang munafik, generasi bertopeng dan bukan menjadi sebaliknya.






Fuckyeah! We are People Shit, We Hypocrites, We are Suck!



*i'm so sorry about this chaotic post, i'm not a writer i'm just a maggot.

ShareThis

 
;