Seorang wanita untuk kali ini membuat mulut Si Pion terkunci,
tidak ada pernyataan yang pasti kenapa bisa terjadi.
Mungkin ini jawaban dari sang Ilahi atau hanyalah sekedar
ilusi, ataukah mungkin sang Ilahi telah merencanakan semua ini.
Si Pion yang hanya bisa menjalani, Si Pion hanya berharap “sang
pengendali” bertindak sesuai hati Si Pion ini.
Ketika mulut terkunci hanya tindakan lah yang bisa di
jalani, tak ada jawaban kenapa Pion ini tak seperti Pion lain yang dengan mudah
membuka mulut untuk mengatakan kata kata yang bisa meluluhkan hati.
Mungkin dari sebuah coretan coretan yang tak berarti ini
sang wanita bisa mengerti.
Mungkin benar ketika kita melihat kedalam mata hati
disitulah terselip sebuah jawaban yang pasti.
Dari mata turun ke hati, dari hati yang tak mungkin untuk
menunggu lagi.
Ini bukanlah tulisan tentang sebuah lagu dari metallica, ini hanya tulisan dari sebuah Pion untuk Rajanya.
Tuhan yang mengatur kehidupan, mengatur gelap dan terang. Tuhan selalu bertindak adil terhadap manusia ternyata.
Bagi manusia normal yang beraktivitas di pagi hari, tuhan memperlihatkan sunrise di awal membuka mata dan menunjukan sunset yang indah di penghujung hari saat kita akan beristirahat dan menutup mata.
Sedangkan bagi manusia nocturnal yang beraktivitas di malam hari, tuhan juga menunjukan sunset yang indah saat mata mulai terbuka dan memberikan sunrise yang hangat ketika akan menutup mata.
Ya mungkin inilah salah satu keadilan di dunia ini yang benar benar nyata.
And Justice for All, from god to human.
Langganan:
Komentar (Atom)


- Twitter
- "Facebook
- RSS
Contact